oleh

Sasar 200 Bedah Rumah dan Bantuan Siswa, Pemkot Jogja Galang Dana Mitra Usaha

JOGJA.SIN.CO.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar Malam Berbagi Jogja dengan mengundang para pengusaha dan mitra di Kota Yogyakarta untuk bersama-sama memperkuat kepedulian sosial menjelang HUT ke-270 Kota Yogyakarta. Dalam kegiatan yang digelar Selasa (6/10/2026) malam tersebut, terkumpul donasi sebesar Rp909.027.500 dari para tamu undangan yang hadir.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kota Yogyakarta serta para pengusaha yang telah hadir dan turut berkontribusi dalam kegiatan tersebut.

“Saya terima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta serta para pengusaha di Kota Yogyakarta. Ada sekitar 460-an pengusaha yang datang,” ujar Hasto.

Hasto mengatakan, kegiatan Malam Berbagi Jogja menjadi bagian dari upaya Pemkot Yogyakarta mewujudkan tagline HUT ke-270 Kota Yogyakarta, yakni “Otentik Konkret”.

Menurutnya, salah satu nilai otentik yang melekat kuat pada masyarakat Kota Yogyakarta adalah gotong royong. Karena itu, semangat gotong royong dalam momentum hari jadi Kota Yogyakarta harus diwujudkan dalam bentuk yang konkret dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga  Antisipasi Meningkatnya Lonjakan Covid-19 yang Disiapkan Balai Nipotowe

“Kita ingin mewujudkan tagline HUT ke-270 Kota Yogyakarta, otentik konkret. Kota Yogyakarta itu otentiknya adalah gotong royong. Nah, gotong royong di hari jadi Kota Yogyakarta harus konkret dirasakan oleh warga Kota Yogyakarta,” katanya.

Salah satu bentuk konkret tersebut diwujudkan melalui program Bedah Rumah. Hasto mengatakan, Pemkot Yogyakarta menargetkan sebanyak 50 rumah dapat dibedah secara khusus dalam momentum peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta.

Ia menyebut, dana yang berhasil dihimpun dalam Malam Berbagi Jogja menjadi tambahan kekuatan untuk merealisasikan target tersebut.

“Kami menargetkan 50 rumah untuk dibedah khusus pada hari jadi Kota Yogyakarta ini. Dan alhamdulillah pada malam hari ini terkumpul dana Rp 900an juta,” ujarnya.

Baca Juga  Soal Tuduhan TNI Gerombolan; Prajurit Marah Jaga Marwah, Panglima Diam Jaga Elektabilitas?

Hasto juga menargetkan program Bedah Rumah di Kota Yogyakarta dapat terus berjalan hingga mencapai 200 rumah yang dibedah sampai akhir tahun.

Ia optimistis target tersebut dapat diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pihak. “Target kami sampai akhir tahun bisa 200 rumah dibedah. Insyaallah tercapai,” katanya.

Selain untuk program Bedah Rumah, Hasto menjelaskan dana yang terkumpul juga akan diarahkan untuk membantu masyarakat di bidang pendidikan. Pemkot Yogyakarta bersama BAZNAS akan memberikan dukungan kepada anak-anak yang mengalami kesulitan dalam memenuhi biaya pendidikan.

Bantuan pendidikan tersebut mencakup berbagai jenjang, mulai dari TK hingga perguruan tinggi. Dengan demikian, keterbatasan ekonomi diharapkan tidak menjadi penghalang bagi anak-anak Kota Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikan.

“Dana yang terkumpul selain untuk bedah rumah juga untuk dana pendidikan. Kami membantu anak-anak di Kota Yogyakarta ini yang kesulitan membayar biaya pendidikan, jenjangnya dari TK sampai kuliah,” ungkapnya.

Baca Juga  Merti Golong Gilig Hidupkan Semangat Gotong Royong Warga Dipowinatan

Menurut Hasto, penggalangan dana dalam Malam Berbagi Jogja juga belum berhenti pada malam tersebut. Proses pengumpulan dana masih akan berlangsung hingga tiga bulan ke depan.

Karena itu, ia berharap jumlah dana yang terkumpul nantinya dapat terus bertambah sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat menerima manfaat.

“Dana yang terkumpul harapan saya bisa lebih dari ini karena pengumpulan dananya sampai tiga bulan ke depan,” katanya.

Hasto menegaskan, semangat kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, dunia usaha, dan masyarakat menjadi penting untuk memperkuat berbagai program sosial di Kota Yogyakarta.

“Apabila semuanya bergerak bersama, semakin banyak persoalan warga yang dapat kita selesaikan,” katanya.

 

News Feed