oleh

Tio Menemukan Arti Keberagaman Melalui Zikir dan Doa Kebangsaan Paling akurat:

JOGJA.SIN.CO.ID – Pagi masih menyisakan kesejukan ketika Tiominar Silalahi, ASN Bimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, memulai perjalanannya menuju kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Tidak seperti perjalanan biasa, langkah Tio pagi itu membawa misi tersendiri. Ia hendak mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tio memilih menggunakan angkutan umum untuk menuju lokasi. Ia sengaja berangkat lebih pagi agar memiliki waktu yang cukup untuk menikmati perjalanan sekaligus menyusuri sejumlah tempat yang menjadi bagian dari wisata religi di sekitar kawasan Monas.

Bagi Tio, perjalanan tersebut justru menjadi pengalaman yang menarik. Meski beragama Katolik, ia tidak merasa asing berada di tengah kegiatan keagamaan yang mayoritas diikuti umat Muslim. Sebaliknya, ia menikmati setiap prosesnya sebagai bagian dari pengalaman kebangsaan yang mempertemukan masyarakat dalam keberagaman.

Baca Juga  Bupati Temanggung Ingatkan Masyarakat untuk Hindari Keramaian Saat Nataru 2022

“Saya sengaja datang pagi karena ingin punya banyak waktu untuk menikmati wisata religi. Walaupun saya beragama Katolik, saya sangat menikmati perjalanan ini. Bagi saya, ini pengalaman yang luar biasa, bisa melihat dan merasakan keberagaman dalam suasana yang penuh kedamaian,” ujar Tio di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

Langkah Tio menuju lokasi seolah menjadi gambaran sederhana tentang Indonesia. Berangkat dengan moda transportasi publik, menyusuri ruang-ruang kota, kemudian tiba di tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai latar belakang.

Di kawasan Monas, keberagaman itu terasa semakin nyata. Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi ruang bersama untuk memanjatkan harapan bagi Indonesia. Kegiatan tersebut juga menghadirkan doa lintas agama sebagai simbol persatuan di tengah perbedaan keyakinan.

Baca Juga  Pemkot Kembangkan Kawasan Penyangga sebagai Destinasi Pendukung Sumbu Filosofi

Bagi Tio, mengikuti kegiatan ini bukan sekadar hadir dalam sebuah agenda menyambut kemerdekaan. Ada pengalaman tentang bagaimana perbedaan agama tidak menjadi penghalang untuk berbagi harapan yang sama bagi bangsa.

Ia melihat kemerdekaan sebagai ruang bersama yang dimiliki seluruh anak bangsa. Karena itu, doa untuk Indonesia juga dapat dipanjatkan bersama, dengan cara dan keyakinan masing-masing.

“Saya berharap di HUT ke-81 Republik Indonesia ini, doa-doa baik terus dipanjatkan untuk Indonesia. Semoga Indonesia semakin berdaulat, adil, dan makmur. Semoga masyarakatnya semakin rukun, damai, dan bisa terus menjaga persatuan dalam keberagaman,” harapnya.

Baca Juga  Pasar Tradisional di Pekanbaru Masih Banyak Kosong

Perjalanan Tio pagi itu mungkin terlihat sederhana. Naik angkutan umum, datang lebih awal, menikmati wisata religi, kemudian mengikuti doa bersama.

Namun, dari perjalanan sederhana itu, ada pesan yang lebih besar bahwa kebangsaan dapat dirasakan melalui hal-hal kecil berjalan bersama, saling menghormati, menikmati keberagaman, dan memanjatkan harapan yang sama untuk tanah air.

Di usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, Tio memilih merayakannya dengan cara yang sederhana, tetapi penuh makna. Dari perjalanan menuju Monas, ia membawa satu harapan, semoga Indonesia terus melangkah sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur, dengan persatuan yang tetap terjaga di tengah keberagaman.

News Feed