oleh

Sekda Bantul Jalani Visitasi ADLGA 2026, Perkuat Tata Kelola Berbasis Data

JOGJA.SIN.CO.ID –  Selasa (28/07/2026) Transformasi digital tidak lagi dimaknai sekadar sebagai pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemerintahan, tetapi juga sebagai upaya membangun tata kelola yang didukung oleh data yang akurat, terintegrasi, dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Komitmen tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Agus Budiraharja, S.K.M., M.Kes., terpilih sebagai salah satu calon finalis Askompsi Digital Leadership Government Awards (ADLGA) 2026. Sebagai bagian dari rangkaian proses penilaian, Asosiasi Komunikasi dan Informatika Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) melaksanakan visitasi lapangan ke Kabupaten Bantul untuk melakukan verifikasi secara langsung terhadap implementasi tata kelola pemerintahan berbasis data yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul.

Visitasi tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa berbagai inovasi dan capaian yang telah disampaikan dalam dokumen penilaian benar-benar telah diterapkan dalam pelaksanaan pemerintahan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Bantul untuk menunjukkan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam membangun ekosistem pemerintahan digital yang mendukung pelayanan publik serta pengambilan kebijakan yang berbasis data.

Baca Juga  Kecam Parodi Lagu Indonesia Raya, LaNyalla: Menginjak-injak Kehormatan RI!

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Agus Budiraharja, menegaskan bahwa transformasi digital harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi tidak boleh berhenti pada digitalisasi administrasi semata, tetapi harus mampu mendorong perubahan cara kerja birokrasi agar menjadi lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan data yang valid dan terintegrasi, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran sekaligus mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Agus Budiraharja menyampaikan bahwa kolaborasi antarperangkat daerah menjadi salah satu kunci keberhasilan transformasi digital di Kabupaten Bantul. Integrasi data dari berbagai sektor memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi daerah, sehingga setiap program pembangunan dapat direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi secara lebih akurat berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Visitasi lapangan ini merupakan tahapan penting sebelum penetapan finalis ADLGA 2026 yang nantinya akan mempresentasikan inovasi kepemimpinan digital di hadapan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia bersama tim penilai independen. Berbeda dengan pelaksanaan pada tahun sebelumnya, ADLGA 2026 menerapkan proses penilaian yang lebih komprehensif. Selain melakukan penilaian terhadap dokumen administrasi dan paparan peserta, ASKOMPSI juga melakukan verifikasi langsung ke daerah untuk memastikan kesesuaian antara informasi yang disampaikan dengan implementasi nyata di lapangan.

Baca Juga  Warteg se-Jabodetabek Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran

Selama proses visitasi, tim evaluator melakukan pendalaman terhadap berbagai praktik baik yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul. Pembahasan meliputi tata kelola dan integrasi data antarperangkat daerah, mekanisme koordinasi lintas organisasi perangkat daerah, hingga pemanfaatan data sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan, evaluasi program pembangunan, serta pengambilan keputusan strategis. Tim juga menilai bagaimana budaya kerja berbasis data telah diterapkan untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.

Selain berdiskusi dengan jajaran pemerintah daerah, tim evaluator turut berdialog dengan pengguna layanan untuk memperoleh gambaran secara langsung mengenai manfaat yang dirasakan masyarakat dari berbagai inovasi digital yang telah dikembangkan. Evaluator juga melakukan peninjauan terhadap sejumlah sistem informasi yang digunakan Pemerintah Kabupaten Bantul guna melihat bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat proses administrasi, serta mendukung keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Baca Juga  Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Temanggung Telah Capai 70,19 Persen

Melalui proses visitasi ini, Pemerintah Kabupaten Bantul tidak hanya menunjukkan kesiapan dalam mengikuti penilaian ADLGA 2026, tetapi juga memperlihatkan komitmen yang berkelanjutan dalam membangun pemerintahan berbasis data. Berbagai inovasi yang telah dikembangkan diharapkan mampu memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik, serta mendukung terciptanya birokrasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.

Keikutsertaan dalam Askompsi Digital Leadership Government Awards (ADLGA) 2026 menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bantul untuk terus mendorong transformasi digital yang berkelanjutan. Dengan memperkuat pemanfaatan data, meningkatkan kolaborasi lintas perangkat daerah, serta mengembangkan inovasi pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten Bantul berharap dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin adaptif, inovatif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

News Feed