oleh

Wali Kota Bekasi Pelajari Pengelolaan Sampah di Kota Yogyakarta

JOGJA.SIN.CO.ID – Semangat berbagi praktik baik antardaerah kembali diperkuat melalui kunjungan kerja Pemerintah Kota Bekasi ke Pemerintah Kota Yogyakarta di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (7/8). Pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai pengelolaan sampah, pelayanan publik, hingga berbagai inovasi yang mendukung pembangunan kota berkelanjutan.

Wali Kota Bekasi Tri Adhi Tjahyono mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi untuk terus belajar dari daerah-daerah yang berhasil menghadirkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, Kota Yogyakarta menjadi salah satu daerah yang dinilai berhasil mengubah persoalan sampah menjadi peluang yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

“Bagaimana menghadapi sampah yang selama ini dianggap musibah, tetapi diolah menjadi berkah. Tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga  Sekjen Gerindra Ajak Kader Menangkan Prabowo dengan Tenang dan Santun

Selain pengelolaan sampah, Tri juga mengapresiasi inovasi Kota Yogyakarta dalam penataan pasar sebagai instrumen pengendalian inflasi. Menurutnya, pasar tidak hanya menjadi tempat transaksi antara pedagang dan pembeli, tetapi juga menjadi ruang hadirnya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi masyarakat.

“Mudah-mudahan banyak hal yang dapat kami implementasikan di Kota Bekasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda. Menurutnya, keberhasilan sebuah kota dibangun melalui kerja keras, kolaborasi, dan perubahan perilaku masyarakat.

Hasto menjelaskan, saat awal dirinya memimpin Kota Yogyakarta, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar dengan penumpukan di depo maupun di sejumlah ruas jalan. Untuk mengatasinya, Pemkot Yogyakarta menerapkan sistem pengangkutan sampah secara door to door melalui sekitar 1.200 gerobak yang dikelola masyarakat di tingkat RT dan RW.

Baca Juga  Kasad Apresiasi Program Pengembangan Entrepreneurship PPAD

“Dulu masyarakat membawa sampah sendiri ke depo sehingga sering terjadi penumpukan. Sekarang pengangkutan dilakukan melalui transporter yang mengambil sampah langsung dari rumah warga,” jelasnya.

Selain memperkuat sistem pengangkutan, Pemkot Yogyakarta juga mendorong pemilahan sampah dari sumbernya melalui bank sampah, pengolahan sampah organik menjadi pakan ternak, pembangunan biopori jumbo untuk pengolahan sampah organik, hingga pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) yang melayani penjemputan sampah berukuran besar.

Berbagai langkah tersebut berhasil mengurangi jumlah depo sampah dari 45 menjadi 12 depo aktif, dengan prinsip penanganan bahwa sampah yang masuk harus selesai diproses pada hari yang sama sehingga tidak terjadi penumpukan.

Baca Juga  Masa Depan Indonesia Ditentukan Keberhasilan Pembelajaran Tatap Muka

Menurut Hasto, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bertumpu pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga membutuhkan transformasi perilaku masyarakat melalui kolaborasi seluruh elemen.

“Intinya adalah rekonstruksi sosial, mengubah perilaku masyarakat. Sampah bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran bersama agar lingkungan tetap bersih,” ujarnya.

Pertemuan berlangsung hangat dengan diskusi mengenai berbagai inovasi pemerintahan. Kedua kepala daerah berharap kunjungan kerja ini menjadi sarana saling belajar dan memperkuat kolaborasi antar pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

News Feed